30 Okt 2012
Hasil Jepretan
00.10 | Diposting oleh
Ardi Ahmady
Assalamualaikum.
Apa kabar sobat blogger. Pada postingan kali ini ardi mau memperlihatkan hasil jepretan perdana ardi. foto-foto ini diambil di sekitar kota kupang, alhamdulillah ada kakak saya yang berbaik hati mau mengajari saya tentang fotografi, dan karena baru pertama kali belajar jepret-menjepret maka hasil yang didapat ala kadarnya saja, hehe.. mohon sarannya agar kedepan, hasilnya bisa lebih baik.
Sekian Hasil Jepretannya, Mohon Kritik dan saran sobat blogger dengan mengisi form komentar dibawah,
Terima Kasih.
READ MORE - Hasil Jepretan
Apa kabar sobat blogger. Pada postingan kali ini ardi mau memperlihatkan hasil jepretan perdana ardi. foto-foto ini diambil di sekitar kota kupang, alhamdulillah ada kakak saya yang berbaik hati mau mengajari saya tentang fotografi, dan karena baru pertama kali belajar jepret-menjepret maka hasil yang didapat ala kadarnya saja, hehe.. mohon sarannya agar kedepan, hasilnya bisa lebih baik.
Sleeping Cat
clik untuk memperbesar foto
Sunset di Pelabuhan Tenau Kupang
clik untuk memperbesar foto
Kelapa Satu, Tenau, Seaview
clik untuk memperbesar foto
Persiapan Sparing Pesilat Gagak Hitam
clik untuk memperbesar foto
Sparing Pesilat Putri
ctrl+clik untuk memperbesar foto
Sparing Pesilat Putra
clik untuk memperbesar foto
Sekian Hasil Jepretannya, Mohon Kritik dan saran sobat blogger dengan mengisi form komentar dibawah,
Terima Kasih.
29 Okt 2012
Arti Teman*
13.32 | Diposting oleh
Ardi Ahmady
Judul asli dari tulisan/catatan ini adalah
The Confession of My Real Friends,, A Friend in need IS a friend indeed // Part V
catatan ini berisi tentang beberapa penggalan cerita saya semasa jadi mahasiswa maupun selepas kuliah dan masih aktif di salah satu OKP, disanalah saya berjumpa dengan orang yang menulis catatan ini.
dalam catatan kecil ini di facebooknya sahabat saya ini sempat bercerita mengenai saya dan seperti apa saya dimatanya, mungkin bisa dibilang ini resume singkat mengenai saya barangkali, hehehe..
oke, tanpa memperpanjang huruf, kata, kalimat dan tanda baca, silahkan disimak catatannya.
mohon maaf kalo kepanjangan.
"...... teman baik seperti mata air_darinya kehidupan menjadi hidup"
sepenggal cerita tentang seorang teman yang juga bisa membuatmu merasa 'hidup'......"
Ardi Sulistio Ahmady Putra
(Ardi)
Jika kita berpikir dunia terlalu luas untuk didiami sendiri..
yupp,,kita memang harus membuka diri untuk menerima orang lain sebagai
kawan_dan tidak perlu khawatir_kawan bisa kita temui dimana saja, kapan
saja. Sama seperti yang terjadi antara saya dan Ardi. Ardi bukan teman
sekolah saya ataupun tetangga lingkungan, kami dipertemukan oleh sebuah
organisasi yang berhasil membuat saya bukan saja lebih dewasa, namun
juga merasa lengkap menjadi seorang manusia, memiliki teman, memiliki
saudara.
Saya dan Ardi bertemu di akhir tahun 2007, saat basic training
(Latihan Kader I) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kupang,
komisariat kami tercinta_Widyarman, pelatihan itu mengharuskan kami
menginap 2 malam dan duduk di ruangan yang sama selama 3 hari. Kami baru
masuk awal-awal kuliah saat LK I, Ardi adalah mahasiswa tingkat pertama
di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer terkenal di kota kami, saya sendiri
mengambil pendidikan Diploma III Gizi di kota yang sama, Kupang. Saat
itu sosok Ardi saya ingat karena ia merupakan anak kesayangan salah satu
MOT kami, yunda Nunung. Begitu lulus dan dibaiat menjadi anggota HMI,
saya dan Ardi resmi menjadi saudara sehimpunan namun tidak serta merta
akrab, kami bahkan tidak saling menyapa untuk waktu yang lama. Cerita
pertemanan saya dan Ardi baru berjalan setelah hampir satu tahun kami
saling mengenal.
Ardi orang yang lumayan pendiam dan bukan tipe yang biasa memulai
pembicaraan. Saya ingat kami bicara seperlunya saja, saling menyapa
‘abang-yunda’ saat bertemu di kajian atau kegiatan, hanya sebatas itu.
Menjadi rahasia umum bahwa perkaderan di komisariat kami mengalami
dekadensi kala itu, masalah yang juga dihadapi semua komisariat dan
rata-rata organisasi kemahasiswaan lainnya. Saat partisipasi teman-teman
kami di komisariat untuk hadir di kegiatan HMI kian hari kian menurun,
semakin banyak yang angkat kaki, maka semakin dekat lah kami-kami yang
memilih untuk tetap eksis di HMI. Dan oleh karena dari 20-an orang yang
dibaiat sebagai anggota komisariat Widyarman dipertengahan jalan menipis
menjadi kurang dari 5 orang, maka saya dan Ardi, juga 2 teman lain yang
masih bertahan, berusaha sedapat mungkin menghidupkan komisariat. Kami
mulai terikat emosionalnya, mulai sering bersama dan perlahan menjadi
saudara, termasuk saya dan Ardi.
Sebenarnya dulu saya sempat berpikir Ardi tidak memandang penting
komisariat, saya tidak yakin dia bisa loyal dan serius berhimpun, namun
seleksi alam membuktikan bahwa dialah satu-satunya teman seangkatan yang
sampai akhir kepengurusan bertahan bersama saya. Dia satu-satunya kader
HMIwan diangkatan kami yang loyal menjadi kader dan mengorbankan banyak
hal untuk pembuktiannya, yang mungkin lebih besar dari yang saya punya.
Menjelang akhir kepengurusan di tahun 2008, saya dan Ardi menjadi lebih
sering bertemu, lebih sering bertukar pendapat dan mengurus kegiatan,
dan tanpa sadar, menjadi teman. Ardi tidak pernah menunjukkan diri
secara teritori, dia lebih suka di belakang layar, dan perannya disitu
amat sangat penting..
Di tahun 2009, saya secara aklamasi menjadi Ketua Komisariat, saat
saya tidak yakin bisa menjalankan tugas dengan baik, keberadaan Ardi lah
yang membuat semuanya menjadi mungkin. Dia bersedia menjadi sekretaris
komisariat, nafas organisasi bagi saya. Karena hanya 4 orang yang
tersisa dari angkatan kami saat itu, keberadaan setiap orangnya jelas
memiliki role of play yang luar biasa penting, terlebih Ardi. Dia
membantu semua yang berkaitan dengan kesekretariatan_mengurus
kelengkapan berkas, seksi humas, dokumentasi, mengurus surat-surat,
rekomendasi, proposal, sampai desain sertifikat. Saya awam dengan
hal-hal seperti itu, jadi Ardi lah yang menjadi andalan saya. Ardi
bagian penting dari setiap kegiatan komisariat yang kami buat, dia
adalah perencana sekaligus pelaksana agenda kegiatan yang baik. Kami
lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurus komisariat_kedekatan saya
dan Ardi kemungkinan besar terbentuk dari situ.
Ardi tipe anak yang baik, sopan, pandai membawa diri, dia manis,
kocak, ringan tangan, sabar, dan penuh pertimbangan. Dia juga punya cita
rasa seni yang bagus, suaranya lebih dari lumayan, keahlian IT-nya bagi
saya hebat, keterampilan desain grafis yang ia punya sama sekali tidak
mengecewakan, dan selera humor miliknya menjadi salah satu alasan
mengapa dia tidak membosankan. Ardi satu-satunya teman yang bisa
dihubungi kapan saja, yang akan mengangkat telepon di jam berapa pun,
yang akan datang jika diminta meski sudah larut malam, yang akan
bersedia membantu jika anda butuh, tipe teman yang akan sangat
disayangkan jika hilang.
Saya pernah menghubungi Ardi tengah malam untuk bertanya cara
mengup-load berkas, menanyakan hal sepele yang sama, berkali-kali, dan
ia masih tetap merespon dengan sabar. Begitu ada masalah dengan ketikan,
upgrade, instal program atau masalah komputer lainnya, orang pertama
yang muncul di pikiran saya sebagai malaikat penolong adalah mantan
sekum saya itu. Saya pernah membutuhkan pengetik profesional untuk
artikel saya yang deadline pemasukkannya kurang dari 2 jam. Dan karena
Ardi satu-satunya orang yang saya kenal punya speed mengetik lebih dan
selalu bisa diandalkan, dia lah yang membantu saya memenangkan lomba
artikel tersebut. Ardi mungkin sudah lupa kejadian itu, namun masih
terekam jelas sepenting apa posisi dirinya saat itu.
Dan yang menyenangkan adalah, Ardi bukan malaikat penolong di bagian
IT semata, namun di banyak hal. Saya sering terjebak di tempat kegiatan
HMI dan kekurangan logistik, dan Ardi selalu bersedia mensuplai makanan
dan atau minuman dengan kualitas lebih untuk saya, tanpa uang
kompensasi. Saat menyelesaikan proyek dan punya honor lebih, Ardi tidak
keberatan mentransfer sejumlah pulsa ke nomor saya, padahal saya tidak
membantunya apa-apa. Jika membutuhkan bantuan, yang memang bisa ia
lakukan, Ardi akan mengiyakan meski ia sedang punya kesibukan yang jauh
lebih penting. Jika butuh teman bicara dan sudah lama tidak tertawa,
saya tinggal ke tempat dimana anak-anak HMI berkumpul dan meminta Ardi
untuk datang. Meski sering tidak banyak yang kita bicarakan, mengetahui
bahwa Ardi juga ada di tempat yang sama dengan tempat saya berada,
perasaan saya menjadi lebih nyaman karena merasa punya teman. Ardi
selalu mengupdate kabar atau info apapun tentang HMI pada saya tanpa
diminta, selalu menjawab apapun yang kita tanyakan lebih cepat dari yang
kita bayangkan, tipe yang tidak akan membuatmu menunggu lama hanya
untuk sebuah SMS. Karena bukan tipe yang sensitif, Ardi tidak pernah
marah untuk kelalalaian saya yang sering terlambat membalas
pesan-pesannya, tidak pernah komplain berlebihan jika saya ada di
kegiatan HMI yang juga seharusnya ia hadiri namun tidak sempat saya
kabari sebelumnya, juga tidak pernah tidak tersenyum untuk memaklumi
kesalahan-kesalahan kecil ataupun besar yang saya perbuat. Pernah satu
waktu Ardi membaca status saya yang memprihatinkan soal belum makan dari
siang karena stuck di suatu pertemuan yang membosankan, berangkat dari
naluri kemanusiaan yang ia punya, dia mengirim pesan singkat yang isinya
serius ingin mentraktir saya jika saya punya waktu luang... hahaa..dia
yang akan mentraktir dan dia juga yang bertanya apa saya tidak sibuk ?
tidak sibuk untuk ditraktir,, haha..dan itulah Ardi...
Berapa banyak teman kita yang bersedia sebaik dan secare itu ??!! berani bertaruh tidak banyak.
Ardi tipe yang lumayan cuek, namun terhadap teman-teman dekatnya,
kepedulian yang ia tunjukkan selalu diatas rata-rata. Belum lama ini dia
kehilangan teman SMA yang lumayan dekat dengannya. Berita duka itu saya
baca di status Fbnya, lalu di satu malam beberapa hari kemudian, saya
janjian ketemu dengannya dan juga salah satu yunior kami (saat itu Ardi
baru selesai proyek dan ingin mentraktir makan sebagai syukuran untuk
yunior kami yang baru selesai maju hasil). Sambil menunggu yunior kami
itu pulang sidang, saya dan Ardi terlibat pembicaraan panjang. Tentu
saja itu bukan pertama kalinya kami mengobrol panjang. Namun baru kali
itu saya melihat Ardi sungguh-sungguh dan sedih menceritakan sesuatu.
Dia cerita sedekat apa dia dengan almarhum temannya, kehidupan dan
sifat-sifat temannya, bagaimana ia membantu mengurus hal-hal
administratif terkait pengobatan temannya tersebut, tentang ia yang
masih menjenguk almarhum saat di Kupang, namun sayang melewatkan
saat-saat terakhir temannya karena sedang berada di atas kapal menuju
Kupang. Ia menyesal tidak sempat menjenguk temannya saat dirawat di
kampung halamannya, ia berkali-kali bilang kalau saja saat itu ia
berupaya lebih keras untuk menjenguk, ia mungkin masih bisa melihat
temannya lebih lama. Meski tidak sambil tersedu-sedu saat menceritakan
semuanya itu, saya bisa merasakan betapa Ardi peduli pada temannya dan
bagaimana sedihnya Ia dengan kepergian almarhum yang terlalu cepat. Saya
mampu memahami perasaan Ardi, karena saya juga punya kisah yang sangat
mirip dengannya, tentang kematian mantan pasien yang sudah saya anggap
keluarga 2 tahun lalu, bagaimana menyesalnya kita saat mengetahui bahwa
orang yang tadinya mati-matian ingin kita jenguk namun tidak sempat,
tiba-tiba meninggal_sedih dan menyesalnya bukan main.
Ardi antara senang dan sedih saat menceritakan kenangan tentang
temannya itu, ia begitu serius bercerita sampai diam-diam saya kagum
dengan kesetiakawanan yang ia punya. Meski kenyataannya kami sama-sama
anak HMI, saya tidak mengenal baik almarhum, namun dari cerita Ardi,
saya bisa tahu sebaik apa almarhum semasa hidupnya, dan juga betapa ia
beruntung karena memiliki teman sebaik Ardi.
Banyak hal yang saya ingat tentang Ardi, selama berproses di HMI dan
mengenalnya sebagai teman, semua hari yang sama-sama kami lewati terekam
baik di memori saya. Meski tidak begitu sering, kami berbagi banyak hal
bersama, berbagi cerita, berbagi masalah, sampai berbagi kopian lagu
favorit yang sama. Ardi bukan tipe pengeluh, sesuatu yang kontras dengan
saya. Saat punya masalah Ardi akan bisa mengatasinya, dan kalaupun itu
memakan waktu lama, Ardi tidak pernah tampak putus asa. Dia
mempercayakan beberapa cerita-cerita pentingnya pada saya, dan betapa
saya merasa terhormat menjadi pendengarnya. Humor-humor Ardi selalu
segar dan tepat sasaran, kadang hanya melihat ekspresinya dan saya sudah
terpingkal-pingkal. Ardi sering mengajak saya berdiskusi tentang HMI,
banyak yang mungkin tidak tahu, Ardi teman diskusi yang benar-benar
baik. Dia punya banyak program inovatif untuk dikembangkan, dia memiliki
keterampilan yang tidak dimiliki orang kebanyakan, dan tidak seperti
mayoritas orang di bumi, Ardi tidak suka memamerkan diri.
Ardi juga tipe pekerja keras, tipe yang baru bisa puas jika
pekerjaannya tidak keteteran dan maksimal. Sekarang Ardi menjadi
instruktur komputer di MAN Model Kupang, dan kelihatan sekali ia
memberikan 100% kemampuan dan pengabdian yang ia punya di institusi itu.
Menjadi guru mungkin kelihatan sedikit aneh jika kita melihat fisik
Ardi masih terlihat seperti mahasiswa, namun ia bisa menjadi teladan
untuk hal-hal positif seperti ketekunan, kerja keras, humble, kreatif,
penyabar dan pengertian.
Sisi menarik lainnya dari Ardi sepanjang saya mengenalnya adalah_dia
tipe penyayang keluarga, tanpa kelihatan manja. Dia rajin mengantar
ibunya mengajar juga setia menemani beliau kemana-mana. Saya lebih
sering mendengar Ardi mengantar ibunya bepergian dibanding menemani
pacarnya jalan-jalan. Dia andalan ayahnya untuk ditemani dari dan ke
bandara saat pulang-pergi tugas, kakak yang baik dan perhatian, selalu
mementingkan keluarga diatas kepentingannya. Ardi tipe yang akan
langsung pulang jika ditegur ayahnya saat ia dirasa mulai jarang pulang
(sikap yang ini juga kontras dengan saya). Saya punya banyak teman dan
kenalan pria, dan mayoritas mendewakan cinta mereka, kadang sampai
mengabaikan keluarga dan lebih sibuk untuk hal yang sia-sia, namun
mereka bukan Ardi teman saya.
Saya bertemu Ardi nyaris 5 tahun lalu dan kami sudah berteman baik
hampir 4 tahun. Dan tahun-tahun menjadi teman Ardi mengajarkan saya
banyak hal. Bahwa tidak semua orang sama seperti yang kita pikirkan di
kesan awal, bahwa ada orang-orang tertentu diluar sana yang berhati
hangat, peduli, dan begitu baik untuk kita panggil ‘teman’.. bahwa di
dunia nyata, ada seorang teman seperti Ardi.. dan betapa saya saya
bersyukur untuk itu.
Saya dan Ardi memang tidak setiap hari bersama, kami juga tidak
selalu memberi kabar setiap waktu, kadang saat bertemu dan bergabung
dengan teman-teman lain, saya dan dia lebih didominasi keheningan, namun
tetap ada saat-saat dimana kami berbagi cerita dan melanjutkan lagi
ukiran pertemanan kami. Saya ingin berterima kasih untuk semua yang
sudah Ardi lakukan, untuk 2 tahun bersama di kepengurusan, untuk
kejadian-kejadian menarik dan menyentuh selama 4 tahun sebagai teman
baik, untuk setiap semangat, cerita, dukungan, candaan, kesediaan
menjadi penolong dan partner yang qualified.
Ketika orang mencari teman, biasanya yang diidentifikasikan pertama
adalah kecocokan, entah itu mimpi, hobi, misi, atau mungkin pribadi.
Kecocokanlah yang saya rasa menjadi dasar dari setiap hubungan. Saya
tidak tahu persis kecocokan mana yang menjadikan saya dan Ardi masih
menjadi teman dan partner, yang jelas bahwa Ardi sudah menjadi bagian
dari cerita hidup saya. Akan ada saat dimana kita memikirkan siapa-siapa
saja orang yang berharga dalam hidup kita, orang-orang itu mungkin
jumlahnya tidak banyak atau terbatas, dan hanya bisa masuk dalam
kategori 'berharga' versi kita setelah melewati seleksi bertahun-tahun
lamanya dalam hidup kita. Dan setiap kali saya memikirkan siapa-siapa
saja yang masuk dalam list orang penting dan berharga dalam hidup saya,
tidak ada alasan untuk tidak menyertakan Ardi dalam list itu.
Bagi saya Ardi adalah sekretaris terbaik yang bisa didapatkan, teman
yang siap menolong tanpa memikirkan timbal balik, sahabat yang peduli
dan perhatian dengan yang menimpa sahabatnya, kakak yang menjadi panutan
bagi adik-adiknya, dan tentu saja, guru yang tepat untuk murid IT
manapun.. J saya juga ingin Ardi tahu bahwa saya bangga bisa menjadi
temannya, dan benar-benar keberuntungan bisa melewati banyak tahun
bersama orang yang selalu positif seperti dirinya.
Saya berharap saya dan Ardi masih akan tetap berteman sampai kami
beruban.. dan juga semoga hanya hal-hal baik yang Tuhan limpahkan
untuknya, hanya orang-orang baik yang mengelilingi dan menemani
hidupnya, dan sekiranya kami panjang usia, kesediaan untuk mengabdi dan
melayani himpunan tempat dimana kami dipertemukan dan mengecap banyak
kisah-kisah kehidupan, masih akan senantiasa terpatri.. amin
''just wanna be thankful for every single time u've been done for me, Ardi_ for being friend, for being a brother..
may only good thing has been drawning into ur dialy life.. :)"
*Inang Abdullah - www.facebook.com/inangfitrianiabdullah
Label:
Artikel
|
2
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Assalamualaikum. Apa kabar sobat blogger. Pada postingan kali ini ardi mau memperlihatkan hasil jepretan perdana ardi. foto-foto ini diambil...
Arsip Blog
Isi Komentar Sobat
Diberdayakan oleh Blogger.
Blog Tetangga
Sobat Blogger
Yang Punya Blog
- Ardi Ahmady
- IT Engineer & Developers | Web & Graphic Designer in progres | Workaholics | Skeptic | Passion | Still learning something new






